Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kamis pagi (12/1/2017), deklarasi dipimpin langsung oleh Bupati Djoko Nugroho didampingi Wakil Bupati Arief Rohman dan Sekda Bondan Sukarno di halaman Kantor Sekretariat Daerah setelah pelaksanaan apel pagi. Deklarasi tidak hanya diikuti oleh kalangan pejabat Pemkab Blora saja, namun juga dari seluruh pegawai, pelajar, pramuka, tokoh masyarakat dan para wartawan.

Dalam sambutannya, Bupati menyatakan sikap untuk menolak segala jenis berita hoax yang berisi fitnah, ujaran kebencian, provokasi dan hal negatif lainnya. Menurutnya hoax tidak hanya berita nasional yang ada di Jakarta saja, melainkan tidak menutup kemungkinan juga berita lokal Blora. “Jadi, deklarasi anti berita hoax ini tidak hanya berlaku pada kami, tapi juga pada seluruh wartawan,” tegasnya.

Menurut Djoko berita hoax yang dibuat dan disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus ikut aktif melawan segala upaya pemecah belah NKRI. Berita berita bohong yang bisa memecah belah negara, mari kita tolak. Jangan sebarkan, tapi laporkan,” lanjut Bupati.

Pernyataan deklarasi tersebut diwujudkan dengan pembubuhan tanda tangan secara massal oleh seluruh peserta di sebuah banner putih yang telah dipasang di depan kantor Setda Blora. Diawali oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan jajarannya diikuti seluruh peserta.Novita sebagai salah satu pelajar yang mengikuti kegiatan deklarasi menyatakan bahwa dirinya setuju untuk melakukan penolakan berita-berita bohong. “Saat ini di Facebook, Twitter memang banyak akun anonim yang selalu memposting berita bohong. Itu harus ditolak, jangan malah disebarkan,” ucapnya.Adapun Kabag Humas Protokol Setda Blora, Achmad Nur Hidayat menjelaskan ciri-ciri berita hoax diantaranya membahas hal-hal yang bertentangan dengan kewajaran, mengandung nilai-nilai profokasi, sumber media tidak jelas, dan kontroversial. “Mari kita tolak hoax,” ujar Achmad.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler