Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Cendekiawan muslim asal Syiria Dr Mahir Hasan Al-Munajjid mengutarakan hal itu dalam Halaqah Qur'aniyyah yang diselenggarakan oleh Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1/2017). ‘’Bisa membaca Alquran merupakan nikmat yang luar biasa. Selain itu, Alquran juga membawa manfaat baik di dunia maupun di akhirat,’’ ujar Mahir dalam halaqah yang digelar di Aula Masjid Kampus UMK itu.

Dia pun mengutip pernyataan Imam Syafi’i, bahwa siapa saja yang ingin meraih kebahagiaan di dunia, maka dengan Alquran. Barang siapa yang ingin bahagia di akhirat, maka dengan Alquran. Dan barang siapa yang ingin bahagia di dunia maupun akhirat, ya dengan Alquran.

‘’Alquran bersama amal salih, adalah penolong kita kelak setelah menemui kematian (ajal),’’ tegasnya di hadapan sekitar seratus peserta halaqah yang terdiri atas pelajar, dosen, guru, hingga pengasuh pesantren.

Terkait hukum positif yang ada di Indonesia, dia melihat banyak yang untuk kemaslahatan (kebaikan) masyarakat meskipun tidak secara tegas mengambil sumber dari Alquran. ‘’Contohnya adalah Undang-Undang (UU) Lalu Lintas. UU ini adalah untuk kemaslahatan,’’ tuturnya.Sementara itu, terkait makalah Alquran diturunkan dalam tujuh huruf (sab’atu ahruf), Mahir menilai bahwa yang dimaksud adalah tujuh dialek, sehingga kemudian dikenal ada qira’at sab’ah, bahkan ada qira’at asyrah.‘’Namun ada dua syarat, siapapun yang hendak mempelajari baik qira’at sab’ah maupun qira’at asyrah, pertama harus benar-benar menguasai satu qiraat terlebih dahulu dan menguasai kitab Syathibiyyah,’’ jelasnya. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler