Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Cendekiawan muslim asal Syiria, DR. Syaikh Mahir Hasan Al-Munajjid mengutarakan hal itu dalam Halaqah Santri NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Nashrul Ummah Yayasan Nusantara Satu Kudus di Desa/ Kecamatan Mejobo, akhir pekan lalu. ‘’Kalian semua sangat beruntung hidup di Indonesia. Banyak ulama yang ilmunya bisa Anda serap. Jadilah generasi penerus ulama salaf yang dulu sangat semangat dan gigih menyebarkan ilmu agama,’’ tegasnya dalam halaqah yang digelar oleh GP. Ansor dan Aswaja Center Kabupaten Kudus. 

Pada kesempatan itu, Syaikh Mahir juga berpesan, agar dalam melaksanakan dakwah, umat Islam Indonesia melakukannya dengan santun. ‘’Amar ma'ruf nahi mungkar sebagai sarana dakwah, laksanakan dengan cara ma'kruf serta bi al-hikmah wa al-mauidlati al-hasanah,’’ katanya.

Kepada para peserta halaqah, ia juga berpesan agar pemuda bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan belajar, belajar dan belajar. ‘’Dengan begitulah maka Anda akan menjadi pemuda yang pandai membaca zaman dengan hukum Allah SWT.,’’ paparnya. 

Dr. KH. Abdul Ghofur, memaparkan mengenai sejarah keislaman Bangsa Arab yang bermacam-macam, dilihat dari sisi kultur (budaya) hingga kesukuan yang pada gilirannya berhasil disatukan oleh Rasulullah Muhammad SAW.  ‘’Keberagaman yang ada di Indonesia, pada saatnya akan bisa disatukan, dengan mengikuti cara dakwah Rasulullah. Untuk itu, maka harus mempelajari sejarah (sirah nabawiyyah),’’ terang putra KH. Maimun Zubair yang akrab disapa Gus Ghofur itu. Pada kesempatan itu, Gus Ghofur juga menekankan pentingnya bersikap tawassuth dalam melakukan dakwah, termasuk dalam gerakan kepemudaan.  ‘’Tawassuth ini sebagai upaya harmonisasi di tengah kemajemukan bangsa,’’ tuturnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler