Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pelatihan ini diikuti oleh 22 orang peserta yang merupakan perwakilan dari BPBD, OPD terkait, LPBI NU, pramuka, PMI, perguruan tinggi yang berasal dari Kabupaten Kudus dan Jepara.

Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan dari Program Penguatan Kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Lokal dalam Kesiapsiagaan Respons Bencana yang Cepat dan Efektif.

Setelah penyelenggaraan pelatihan tahap pertama  memperkenalkan dan mengaplikasikan aplikasi Java Open Street Map (JOSM) yang merupakan sumber terbuka (open sources) sebagai salah satu tools dalam penanggulangan bencana alam, pada tahap kedua yaitu terkait dengan Quantum Geography Information System (QGIS)  dan Ina SAFE.

Output dari pelatihan ini adalah tersusunnya peta risiko bencana atau peta ancaman, peta kerentanan, kapasitas dan juga tersusunya kajian risiko bencana di Kabupaten Barru dan Wajo Sulawesi Selatan.

Adi Widardo mewakili Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah¸ mengingatkan akan pentingya kegiatan pada prabencana.

“Di antaranya  penyusunan  perencanaan dalam penanggulangan bencana dengan mengacu pada kajian risiko bencana. Saat ini masih banyak yang hanya konsen pada saat bencana, untuk itu BPBD Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada LPBI NU yang telah menfasilitasi penyusunan kajian risiko di Kabupaten Kudus dan Jepara.

Pelatihan dibuka oleh KH Ulin Albab Arwani Rois Syuriah PCNU Kabupaten Kudus. Dalam sambutanya, Ulin menyampaikan  pentingnya pencegahan bencana, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Alqur an sebagai pedoman agama islam.“Pelatihan ini merupakan sebuah aksi nyata  dari LPBI NU yang memberikan manfaat kepada umat dan masyarakat utamanya dalam bidang penanggulangan bencana,” tambahnya.Salah satu tujuan pelatihan ini adalah untuk menerapkan aplikasi JOSM dalam melakukan pengkajian risiko bencana di suatu daerah termasuk di dalamnya memetakan risiko bencana dan mengembangkan skenario dalam melakukan penanggulangan bencana dengan menggunakan perangkat lunak InaSAFE.Hasil dari kajian risiko tersebut nantinya digunakan sebagai acuan dasar dalam menyusun perencanaan dalam kegiatan dan program penanggulangan bencana suatu daerah atau kawasan.  Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana ini dipandu oleh Humanitarian Open Street Map Team (HOT).Ketua LPBI NU PBNU, M Ali Yusuf menyatakan untuk menyusun rencana dan aksi penanggulangan bencana yang sistematis, terarah dan terpadu, diperlukan dasar yang kuat untuk pemaduan dan penyelarasan arah penyelenggaraan penanggulangan bencana pada suatu daerah/kawasan.“Di sinilah letak penting adanya kajian risiko bencana sebagai perangkat untuk menilai kemungkinan dan besaran dampak (korban dan kerugian) dari ancaman bencana yang ada,” katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler