Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sebagain besar perempuan di Kudus bekerja di industri, terutama sebagai buruh pabrik rokok. Mereka bekerja seharian. Karena sibuk membanting tulang ini, banyak kebutuhan perempuan di Kudus yang tak terpenuhi.
”Setelah seharian bekerja, mereka harus ngurus rumah, anak dan suami. Memang ini kewajiban ibu-ibu, tapi mereka jadi melupakan perawatan diri mereka sendiri. Maka jadilah para ibu-ibu ini gembrot,” kata Sri di Kudus, kepada MuriaNewsCom, Selasa (18/4/2017).
Karena tubuh para ibu tidak terurus, maka tak sedikit suami yang akhirnya selingkuh. Kondisi demikianlah yang membuat anggota DPRD daerah pemilihan Demak-Kudus-Jepara, prihatin.
Oleh karenanya, ia menggerakkan ibu-ibu di kawasan Mejobo, untuk mengikuti senam tiap hari Jumat. Kegiatan ini rutin digelar di salah satu rumah di sekitar Masjid Wali, Jepang, Mejobo, Kudus, setiap pukul 15.30 WIB.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



