Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Itulah yang disampaikan sastrawan kenamaan Triyanto Triwikromo dalam Kuliah Tamu yang mengusung tema ''Kreatif Menulis Cerpen untuk Meningkatkan Budaya Literasi bagi Mahasiswa'' yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (4/5/2017).

Kuliah  tamu yang digelar di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat, ini diikuti oleh ratusan peserta, yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta sekolah-sekolah di Kabupaten Kudus. Nampak pula penulis-penulis seperti Saliem N.M., Priyo, dan Farid (Kudus) serta Kartika Catur Pelita dan Syaiful Mustaqim (Jepara).

“Bacalah! Apa yang dibaca? Tentu saja tulisan. Karena itu di balik perintah membaca ada perintah lain, yaitu menulis,’’ kata sastrawan yang juga staf pengajar di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

Menurutnya, menulis berarti melakukan tiga tindakan sekaligus, yaitu tindakan teologis, tindakan historis, dan tindakan filosofis. ‘’Karena itu, menulis adalah (aktivitas) yang sangat mulia. Aku menulis maka aku gaul,’’ jelasnya sembari tersenyum.
Dia menyampaikan, kerja utama seorang penulis adalah mengomunikasikan gagasannya. Manusia, selain produk Sang Khalik adalah produk budaya. Ia bukan makhluk otonom. Ia bisa menjadi apa pun. Tergantung situasi sosial yang melingkupi.‘’Manusia juga produk gagasan dan ia akan memproduksi gagasan. Ia makhluk penuh ide. Ia makhluk dengan aneka tema. Ia makhluk multidimensi dengan kehidupan multidimensi juga. Ia makhluk yang ingin mengomunikasikan gagasan. Ia makhluk yang secara sosial hidup dari gagasan dan terus-menerus mengungkapkan gagasan,’’ ungkapnya.Kuliah tamu itu pun menjadi lebih gayeng, saat Triyanto mengajak peserta untuk mencoba membuat narasi, dengan memberikan kata kunci terlebih dahulu. Setelah selesai, beberapa peserta membacakan hasil karyanya yang dibuat secara spontan.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler