Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Demikian disampaikan salah satu narasumber dari Redaktur Budaya MuriaNewsCom, Akrom Hazami, saat kegiatan diskusi Hoax Hoex Hoam. Judul tema yang diangkat Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) itu menghangat saat kegiatan yang digelar di Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (20/5/2017) malam.

“Masyarakat rupanya sangat minat dengan berita palsu atau hoax yang ada. Diam-diam, mereka terus mencari berita hoax. Itulah di antara hal yang memicu hoax tumbuh subur. Meski itu meresahkan,” kata Akrom.

Menurutnya, berita palsu itu tak akan menyebar jika warga sadar kalau itu tak benar. Ironisnya, warga korban berita hoax justru ikut menyebarkan. Kondisi yang massif itulah yang membuat berita palsu menjamur.
Mohammad Noor Ahsin, narasumber lain yang merupakan dosen Program Studi PBSI UMK, mengatakan, hoax amat berbahaya. “Hendaknya masyarakat kini, lebih jeli, bisa membedakan mana berita palsu dan yang tidak. Di antaranya adalah mencari berita itu di media lain. Jika tak ada, itu mengindikasikan berita palsu,” ujarnya.Kegiatan Fasbuk edisi bulan Mei 2017 itu menghadirkan beberapa mahasiswa dari UMK, STAIN Kudus dan STIKES Muhammadiyah. Mereka membacakan puisi karya mereka.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler