Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebenarnya Alhihu adalah sebuah nama julukan, makna ”Hi” singkatan dari kata ”Lillahi” artinya kepada Allah SWT, sedangkan makna ”Hu” singkatan dari kata ”Huwa Allahu” artinya wahai Allah SWT, sedangkan makna ”Al” di depan ialah sebagai ”Al” ma’rifat, yaitu sebagai perenungan tentang apa-apa yang dikerjakan itu harus kembali kepada Allah SWT.

Lebih sederhananya makna Alhihu itu adalah bertafakur. Adapun nama aslinya sebetulnya ialah Jam’iyyah Qashidah Tuhfatul Banin, akan tetapi memang sudah terlanjur populer dengan nama Alhihu.

Iim Alhihu, salah satu anggota grup mengatakan, berbekal alat hadrah atau rebana yang berasal dari swadaya masyarakat sejak tahun 1999 sampai saat ini, grup Alhihu dalam bersholawat masih menggunakan tradisional.

“Terlebih lagi untuk melanjutkan apa yang menjadi kebiasaan simbah KH Ma’ruf Asnawi, Alhihu selalu mengawali di setiap penampilannya dengan membaca dua kalimat syahadat, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul,” katanya.           

Dia menerangkan, grup ini mempunyai personel yang mempunyai latar belakang beragam latar belakang. Mulai dari pedagang Pasar Kliwon, guru, mahasiswa, industri kreatif, praktisi akademik, pegawai hingga seorang ustaz.

[caption id="attachment_116625" align="aligncenter" width="565"] Anggota Alhihu saat foto bersama. (ISTIMEWA[/caption]

 

Karena memang berkumpulnya menjadi sebuah grup bermula dari usia anak, lebih tepatnya ketika semua masih duduk di bangku SD. Tidak heran jika Alhihu juga menjadi simbol kebersamaan dalam setiap frase kehidupan bagi para personelnya.Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Alhihu yaitu setiap Kamis malam berupa pembacaan sejarah Rasulullah dalam kitab Albarzanji, atau dalam istilah Jawa disebut ”berjanjenan”. Selain itu juga melayani masyarakat luas menghibur dengan kesenian hadrah, bagi warga yang mempunyai hajat, seperti acara pernikahan, khitanan, pengajian, dan lainnya.Koleksi trofi Alhihu juga sudah banyak menghiasi lemari etalase, baik yang tingkat provinsi bahkan hingga tingkat kecamatan sekalipun. Adapun yang berupa karya ada tiga album video, merupakan hasil dari dokumentasi even besar yang telah diadakan Alhihu, pada tahun 2013 dengan judul ”sebuah nama sebuah kisah”.Momen itu berhasil mendatangkan vokalis dari Langitan yaitu Ridwan Ashfi, tema  ”Harmoni Sholawat” tahun 2014 mengundang satu grup Hadrah Albanjari dari Surabaya yaitu Syauqul Habib.Di tahun 2015 bertajuk ”Ayah Sejagat” menghadirkan vokalis kondang internasional yaitu Mas Yani & Mas Rofiq. Sedangkan album yang bertipe audio, sekarang dikumpulkan dalam album MP3 kompilasi Alhihu, berisikan tiga album. Kesemuanya merupakan album live recording.Kebahagiaan keluarga Alhihu di tahun 2016 sangatlah berkesan, karena hampir sepuluh orang anggota melaksanakan pernikahan. Oleh karena itu di tahun 2017 momen tersebut akan diabadikan dalam sebuah album resmi yang akan dirilis di pertengahan tahun 2017.Berisikan delapan lagu, tentunya dengan kemasan berbeda dari grup Hadrah yang telah ada. “Karena Alhihu memang mempunyai ciri khas tersendiri dalam memainkan nada dan memainkan alat hadrah,” ujarnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler