Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mereka bersama Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) dan Departement Of Foreigh Affairs and Trade (DFAT) perwakilan Dubes Australia disambut Sekda Kabupaten Kudus Nor Yasin.

Ketua LPBI NU pusat M Ali yusuf mengatakan Kudus dipilih karena berdasarkan data dari BNPB Jawa Tengah, termasuk tiga besar rawan bencana se-Indonesia.

"Kesiapsiagaan bencana tidak hanya relawan, namun lebih penting dari masyarakat. Karena yang mengenal daerahnya dan kali pertama terdampak. Ke depan, kami akan memberi pengerahan dan pelatihan tanggap bencana sejak dini kepada masyarakat,” kata Ali dalam rilis persnya. 

Dia menjelaskan,  program kesiapsiagaan dari LPBI NU ini,  sudah berjalan sejak 2016. Juga bekerja sama dengan pemerintah Australia melalui DFAT. 

Selain itu ada rencana membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Forum ini sebagai wadah kordinasi antar lembaga,  ormas, relawan, pemerintah daerah dan dunia usaha. Tujuannya, agar bantuan disalurkan nantinya tidak saling tumpuk dan pembagian tugas lebih jelas. 

Dari Kedutaan Australia Piter Edward mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB)  yang memiliki kewenangan terhadap tanggap bencana di Indonesia.“Memang lembaga yang bergerak di bidang siaga bencana di Indonesia banyak. Mereka juga luar biasa,  sebab relawannya siap terjun ke medan terberat sekalipun,” terangnya. Sementara itu Ketua LPBI NU Kabupaten Kudus Gufron mengatakan, jumlah anggotanya ada 79 orang,  tapi yang telah mengikuti pelatihan tanggap bencana sekitar 25 anggota.Mereka di latih segala hal yang berkaitan dengan kebencanaan, "Monitoring evaluasi ini,  sungguh bermanfaat.  Kami mendapatkan masukan dari pusat yang harus diperbaiki di daerah," jelasnya. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler