Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ada yang menarik dari proses pemilihan ketua BEM UMK itu, yakni karena akan menggunakan sistem e-voting. Jika pada pemilihan ketua BEM  ini menggunakan e-voting, ini artinya untuk keli kedua sistem itu telah diterapkan di UMK.

Pakar teknologi informasi UMK, Muhammad Arifin mengatakan, kelebihan sistem e-voting, yaitu tidak bisa dimanipulasi, karena satu Nomor Induk Mahasiswa (NIM) hanya bisa dipergunakan untuk menyalurkan satu suara.

Dia menambahkan, dengan menggunakan sistem e-voting, saat melakukan pemilihan, pemilik suara (mahasiswa) tinggal meng-klik pasangan calon yang akan dipilih, kemudian memasukkan pasword yang diberikan petugas.

‘’Sebagaimana pemilu pada umumnya di Indonesia, setelah menyalurkan suaranya dalam Pemira, mahasiswa harus menyelupkan jari ke tinta, sebagai bukti (tanda) sudah menyalurkan suara dalam Pemira,’’ papar Arifin.

Arifin yang menangani teknologi informasi (IT)-nya dalam sistem e-voting Pemira UMK ini, menambahkan, kelebihan lain dari sistem ini, tim IT sendiri tidak bisa melacak atau melakukan penelusuran, siapa saja yang telah memilih (menyalurkan suara).‘’Bahkan hasil sementara pemilihan pun tidak akan bisa diketahui, sebelum waktu pemungutan suara berakhir. Agar Pemira berjalan maksimal, kesiapan tim IT KPUM menjadi penting. Untuk itu, tim IT akan diberikan pembekalan atau pelatihan terlebih dahulu,’’ lanjut Arifin.Ika Larasati dari Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) didampingi Syarif Haidar Budairi, mengatakan, dalam penyelenggaraan Pemira kali ini, UMK kembali mendapatkan support dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus seperti tahun sebelumnya. ‘’Salah satu bentuk dukungan KPU Kabupaten Kudus, yaitu dengan meminjamkan bilik suara untuk pemungutan suara dalam Pemira,’’ katanya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler