Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


KH Sofiyan Hadi mengutarakan hal itu dalam tausiyahnya pada halal bihalal keluarga besar Universitas Muria Kudus (UMK) di Auditorium Kampus, Senin (3/7/2017). Halal bihalal dihadiri jajaran pengurus Yayasan Pembina (YP) UMK, Rektor, para dekan, dosen dan karyawan.

‘’Ramadan telah telah lewat. Dan seiring dengan Idul Fitri ini, semoga kita semua masuk dalam kategori umat yang muttaqin, umat yang bertakwa,’’ ujarnya di depan ratusan pimpinan, dosen, karyawan dan staf akademik yang hadir.

Dalam halal bihalal yang dibuka oleh Rektor Dr Suparnyo itu, Sofiyan mengemukakan, tawadhu’ atau rendah hati, merupakan salah satu ciri ketakwaan orang Islam. ‘’Maka jadilah orang yang rendah hati, apapaun jabatan yang Anda miliki,’’ pesannya.

Hal lain, yaitu seorang Islam itu harus bisa menjadi orang yang qana’ah (kaya hati). Lalu haru wara’ (wira’i), yaitu memastikan kehalalan apa yang dipakai dan dikonsumsi, serta harus yaqin. ‘’Dalan berdoa, orang Islam harus penuh keyakinan,’’ tambahnya.
Selain pesan-pesan itu, KH Sofiyan mengingatkan agar senantiasa menghindari ‘4 M’ yang merusak. 4 M itu adalah merasa berkuasa, merasa pandai (cerdas), merasa kaya, dan merasa ‘alim. ‘’Empat hal ini harus dihindari,’’ tuturnya. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler