Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kader ikut serta demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ansor dan Banser telah berteriak lantang menentang pembubaran ormas yang merongrong NKRI. Akhirnya perjuangan menentang adanya HTI yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ini mendapatkan angin segar dari pemerintah dibuatkan payung hukum Perppu,'' kata Gus Tutut, panggilan akrabnya.
Itu disampaikan pada acara Halal Bihalal Ansor Banser se Jateng di Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Pati, Jumat (14/7/2017). HTI tidak semua warga tahu.
Menurutnya, jika dilihat dari ubudiyah, HTI sama dengan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Namun yang membedakannya adalah perihal pemahaman dan keyakinannya tentang konsep negara. HTI berpikiran hendak mengubahnya dengan ideologi Khilafah Islamiyah.
Padahal NKRI dan Pancasila sudah final. Karena itu, untuk semua kader, jika ada ormas yang radikal dan mencoba merongrong kedaulatan negara, maka kader harus bereaksi. Mulai dari mendekati, menasihati dan merangkulnya. Jika yang bersangkutan nekat, pihaknya harus melaporkan ke pihak berwajib.
Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan, sudah seharusnya kader Ansor dan Banser menghadang ormas yang mengancam NKRI. “Siapa pun yang mencoba meruntuhkan NKRI maka harus dihadapi," kata Ikhwanuddin.
Editor : Akrom Hazami
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (NU Online)[/caption]
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



