Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Gaya kekinian ini, merujuk kepada satu hal. Yakni setiap pejabat di Kudus harus melek teknologi informasi dan komunikasi. ”Saya ingin semua pejabat kekinian. Yang paham IT dan bisa melayani semua keluhan, serta memberikan informasi untuk masyarakat secara online,” tegas bupati.

Menurutnya, reformasi ditandai dengan adanya tuntutan tata kelola kepemerintahan yang baik atau good governance. Yang mensyaratkan adanya akuntabilitas, transparasi, dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses terjadinya kebijakan publik.

”Ditambah lagi dengan modernisasi teknologi informasi dan komunikasi, memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan dengan mudah dan cepat,” tutur bupati.

Dengan kondisi ini, bupati mengatakan jika pemerintah dituntut untuk membuka diri kepada masyarakat, untuk memberikan infomasi-informasi dan kebijakan-kebijakan yang sangat diperlukan. Serta mudah diakses dari mana saja, bahkan kapan saja.

Terlebih dengan adanya UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), maka pemerintah diamanatkan untuk membuka informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan kepada masyarakat.

Bupati mengatakan, di Kudus sudah diterapkan cyber city. Sehingga masyarakat bisa secara luas mengetahui dan memberikan masukan serta penilaian, terhadap kinerja bupati dan aparatnya.
”Hidup ini seperti dalam akuarium, tidak ada lagi yang bisa ditutupi. Publik bisa melihat semuanya,” imbuh bupati yang kini menyelesaikan program S3 Doktoral Ilmu Sosial Undip ini.Untuk itulah, dirinya kini menggagas aplikasi berbasis android yang sangat mudah digunakan semua kalangan masyarakat. Yakni aplikasi Menjaga Amanah Rakyat (Menara). ”Dengan aplikasi ini, tidak ada satu pun yang tidak bisa diakses. Selain itu, masyarakat bisa memberikan penilaian semua kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD),” tegas pria yang juga ketua pembina Forum UMKM Jawa Tengah tersebut.Sehingga dengan penerapan aplikasi ini, bupati bisa memberikan penilaian secara objektif. Karena hanya melihat rekap atau catatan respon dari masyarakat terhadap semua hal yang terkait dengan kinerja SKPD.”Masyarakat secara terbuka bisa memberikan peringkat kepuasan dengan memberikan masukan pada sistem tersebut. Inilah yang akan dijadikan dasar penilaian kinerja yang berimbas pada nominal TPP yang diterima pegawai. Diharapkan apa yang sudah dilakukan itu, bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia,” imbuhnya.Editor: Merie 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler