Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kendati sempat menuai aksi protes karena ada beberapa minimarket yang berdekatan dengan pasar tradisional, tapi ada pula konsumen yang setuju dengan keberadaan minimarket. Pro dan kontra menjadi hal biasa di tengah negara yang menjunjung tinggi demokrasi.

Nur Maimunnah, salah satu warga Kalidoro, Kecamatan Pati mengaku sering belanja di minimarket, terutama Indomaret. Menurutnya, belanja di sana lebih praktis, cepat, bersih dan nyaman.

Kendati harganya relatif lebih mahal ketimbang di pasar tradisional, hal itu bukan menjadi masalah bagi Maimunnah. Terlebih, minimarket buka kapan saja sehingga bisa menjadi jujugan.

"Rasanya lebih nyaman saja. Bersih, tinggal ngambil dan bayar. Minimarket bisa ditemukan di mana saja, kapan saja. Jadi kalau mau butuh apa, langsung beli pasti ada. Kalau di toko kelontong, kadang mau beli ini itu, tapi tidak ada, kurang lengkap," ujarnya, Rabu (09/11/2016).

Jika toko kelontong dan pasar tradisional bisa menawarkan satu nilai lebih, seperti kenyamanan dan kebersihan, Maimunnah mengaku akan lebih memilih belanja di pasar tradisional. Karena itu, dia berharap agar pemerintah bisa meningkatkan kualitas pasar tradisional di Pati.Hal yang sama dilontarkan Heri Purwaka, warga Blaru, Pati Kota. Dia lebih senang beli di minimarket, karena barang-barangnya baru dan bisa beli selama 24 jam."Pengalaman saya, rokok di minimarket barangnya baru. Pernah beli di toko kelontong biasa ternyata barangnya lawas. Saya akhirnya kapok. Terlebih, minimarket ada yang buka 24 jam sehingga bisa beli kapan saja," tuturnya.Meski demikian, dia menganggap penataan minimarket dianggap sangat perlu dilakukan. Hal itu diharapkan agar pedagang pasar tradisional tidak terancam dengan keberadaan toko modern yang berpotensi kehilangan sumber pendapatan.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler