Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Kami ingin menciptakan iklim demokrasi yang baik. Maka, kita tunda 2017 ini, kita tunda suksesi atau pemenangannya untuk calon tunggal. Kita berkampanye untuk kotak, kita ingin memenangkan kotak dan jaringan kita sudah rata sampai ke tingkat ranting," ujar Itqon.

Tak hanya itu, dia juga mengaku sudah menyiapkan saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Semua yang terjun mendukung kotak kosong diakui Itqon sebagai relawan dan sumbangsih dari masyarakat. "Kita iuran, kita patungan untuk mengawal dan sosialisasi kotak kosong," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati Sutiyo menjelaskan, struktur kepengurusan relawan kotak kosong meliputi ketua, sekretaris, bendahara, anggota-anggota, ketua pemenangan dapil, ketua kecamatan, ketua tingkat desa, hingga koordinator saksi-saksi di TPS.

"Semuanya sudah terstruktur, meluas di 21 kecamatan di Kabupaten Pati. Gerakan ini berangkat dari kesadaran agar pesta demokrasi di Pati berlangsung demokratis, sesuai dengan hati nurani. Kami ingin membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyosialisasikan, andaikata tidak memilih satu pasangan, setidak-tidaknya bisa memilih kotak kosong, bukan golput," kata Sutiyo.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pilkada Pati 2017 merupakan pesta demokrasi pertama di Jawa Tengah yang diikuti calon tunggal. Hal itu disebabkan delapan dari sembilan partai politik yang duduk di kursi DPRD Pati mengusung pasangan Haryanto dan Saiful Arifin.Kedua pasangan dinilai parpol memiliki kapasitas dan kualitas untuk memimpin Pati, sehingga delapan parpol dengan 46 kursi di DPRD Pati menjatuhkan rekomendasinya kepada Haryanto dan Saiful Arifin. Dengan munculnya gerakan kotak kosong, mesin partai diharapkan bisa bekerja optimal untuk memenangkan Haryanto-Arifin."Adanya satu, dua gerakan untuk mendukung kotak kosong, setidaknya bisa memantik mesin partai untuk tidak lengah. Kalau parpol sudah menjatuhkan semua rekomendasi kepada Haryanto-Arifin, konsekuensinya harus mengamankan suara secara penuh. Bila tidak, gerakan kotak kosong mungkin bisa cukup berbahaya," ucap Pengamat Politik, Hakim Alif Nugroho.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler