Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Kami sudah melakukan inspeksi mendadak di Satlantas Polres Pati bersama dengan Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Pemkab Pati. Setelah dicek, ada pelat nomor merah. Kami juga cek nomor rangka dan mesin, ternyata benar itu mobil dinas Wakil Bupati Pati Budiyono yang saat ini menjabat sebagai Plt Bupati Pati," ungkap Adjie.

Mengetahui hal itu, Adjie sangat menyayangkan sikap Budiyono yang menyalahgunakan fasilitas negara untuk kepentingan yang terkait dengan pilkada. Padahal, menurut Adjie, pejabat pemerintahan harus bersikap netral. Terlebih, mobil dinas tersebut diberikan untuk kegiatan yang dilakukan relawan kotak kosong.

Dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) Toyota Rush bernopol K 9506 MH tersebut, nama pemiliknya adalah Kantor Setda Kabupaten Pati. Mobil keluaran 2012 itu juga memiliki tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) merah.

Menyikapi hal tersebut, Budiyono akhirnya angkat bicara. Mobil yang ditangkap polisi diakui mobil milik pemerintah Kabupaten Pati yang merupakan mobil cadangan, tapi bukan mobil dinas sehari-hari. Mobil Rush tersebut dipinjamkan kepada Digdo Agus Suharto, warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil untuk keperluan pengobatan salah satu anggota keluarganya di Semarang.Menurut Budiyono, mobil milik negara tidak ada salahnya dipinjamkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Saat dibawa ke luar garasi, pelatnya diakui awalnya merah. Budiyono sendiri tidak tahu bila pelatnya tiba-tiba diganti hitam."Saya juga tidak meyangka kalau mobil itu juga digunakan untuk melaporkan ke Panwas Pemilu Kabupaten Pati. Kalau saya dituding memfasilitasi relawan kotak kosong, itu tidak benar. Saya tidak tahu sama sekali soal itu," pungkas Budiyono.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler