Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jembatan yang dibangun masyarakat secara swadaya pada 1992 tersebut ambrol, karena diterjang banjir yang melanda kawasan Desa Sitimulyo pada 15 November 2016 lalu. Akibatnya, jembatan yang menjadi jalur utama peternakan dan pertanian putus.

Karena itu, masyarakat saat ini membangun jembatan darurat dari bambu untuk sementara waktu. Kendati begitu, jembatan darurat tidak bisa menampung beban yang biasa dijadikan warga sebagai jalur pertanian dan peternakan. Akibatnya, jalur yang selama ini menopang perputaran ekonomi di kawasan setempat tersendat sementara.

"Jembatan ini menjadi akses penting dari Pucakwangi menuju Jaken. Oleh sebab itu, kami langsung melakukan sidak untuk meninjau langsung kondisi jembatan. Kami sudah bahas dengan anggota Komisi D dan kami nyatakan ini adalah darurat bencana," kata Kartina.

Dia menuturkan, pihak provinsi bisa membantu pembangunan jembatan tersebut dengan kategori darurat bencana. Pasalnya, APBD murni Jawa Tengah 2017 sudah diputuskan, termasuk APBD Kabupaten Pati 2017.
"Kalau kita bantu untuk anggaran APBD murni sudah tidak mungkin. Satu-satunya solusi membangun jembatan yang menjadi akses penting ini adalah dengan memasukkan ke dalam kategori darurat bencana. Kami berharap agar segera diproses, untuk menghadap Plt Bupati Pati Budiyono yang berwenang mengeluarkan surat tanggap bencana," ujar Ina.Kepala Desa Sitimulyo Agus Sulistyo mengaku sangat berharap agar jembatan tersebut bisa segera dibangun. Jembatan itu lama menjadi jalur ekonomi penduduk Kecamatan Jaken dan Pucakwangi. Sejak ambrol karena diterjang banjir besar, jembatan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.Padahal, sebagian besar penduduk setempat yang bekerja di bidang pertanian dan peternakan menggunakan jembatan tersebut sebagai jalur utama dalam bekerja. Lantaran tidak ada alokasi untuk pembangunan jembatan tersebut, pihaknya berharap pemerintah provinsi bisa segera membangunnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News