Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Kalau butuh bantuan di tingkat provinsi, dari Plt Bupati Pati mengeluarkan surat tanggap darurat bencana yang ditujukan Gubernur Jawa Tengah, lebih spesifik lagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Tengah, Kartina Sukawati, usai meninjau lokasi jembatan yang ambrol, Senin (21/11/2016).

Diperkirakan, pembangunan jembatan tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 600 juta. Pembangunan jembatan diakui sangat dibutuhkan, karena menjadi satu-satunya jalur yang menjadi akses utama penduduk setempat antara Jaken dan Pucakwangi. Tidak ada akses lain, selain jembatan tersebut.

"Jembatan ini merupakan akses utama dan satu-satunya. Warga tidak mungkin memutar, karena tidak ada jembatan lain. Padahal, sebagian besar penduduk yang berprofesi sebagai petani dan peternak selalu memanfaatkan jembatan ini untuk bekerja. Di Jaken, ada pasar hewan. Bagaimana peternak di Pucakwangi menuju pasar hewan di Jaken bila tidak ada jembatan. Karena itu, pembangunan jembatan ini sangat diprioritaskan," kata Kartina.
Sementara itu, Kepala Desa Sitimulyo Agus Sulistyo menjelaskan, ada satu jembatan alternatif selain jembatan yang ambrol tersebut. Hanya saja, jembatan alternatif masih terbuat dari kayu sehingga tidak memungkinkan sebagai jalur transportasi untuk peternakan dan pertanian.Cepat tidaknya pembangunan jembatan tergantung bagaimana Pemkab Pati menanggapi masalah tersebut. Bila proses administrasinya cepat, pembangunan jembatan diakui bakal segera dibangun. Sebaliknya, bila proses administrasinya lama, pembangunan akan tersendat.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler