Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dengan modal tebar 15.000 bibit, Mamik berhasil memanen 1,3 ton ikan nila. Tingkat kegagalan dikatakan cukup minim. Dari 15.000 bibit yang ditebar, 3.000 ekor di antaranya mati karena tidak berhasil beradaptasi dengan air payau.

"Ini baru pertama kali kami melakukan budidaya ikan nila salin menggunakan air payau. Dari modal awal Rp 6 juta, kami berhasil memanen 1,3 ton ikan seharga Rp 27,3 juta. Hasil ini jauh lebih menguntungkan ketimbang budidaya bandeng. Jelas, ini sangat prospektif," ujar Mamik kepada MuriaNewsCom, Senin (28/11/2016).

Karena itu, dia berharap agar budidaya ikan nila salin atau air payau bisa menjadi alternatif pengembangan budidaya ikan nila. Selain rasa ikannya diakui lebih gurih, teknik ini disebut lebih efektif karena sudah bisa panen hanya dalam waktu tiga bulan.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Tayu Makmur Sejahtera, Mustamir menambahkan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengembangkan budidaya ikan nila salin. Salah satunya, proses adaptasi dari air tawar ke air payau."Untuk bibit, kami biasa ambil dari Balai Benih Ikan (BBI), persiapan tebar bibit juga yang diperhatikan, pengeringan yang cukup, manajemen air, salinitas kadar garam tidak boleh lebih dari 15, dan satu hektare tambak idealnya diisi sekitar 50.000 bibit nila," kata Mustamir.Saat ini, ikan nila yang berhasil mereka panen dijual ke pasar tradisional di sekitar Tayu dan Pati, serta dikirim ke Semarang. Satu kilogram ikan nila salin dijual kepada pedagang sekitar Rp 21 ribu. Di pasar, penjual biasanya menjualnya dengan harga Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler