Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ada 43 guru dan kepala sekolah berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam pendidikan yang diberikan Jokowi. "Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya dan Madrasah Tarbiyatul Banin untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik," ujar Adib, Kamis (01/12/2016).

Salah satu hal yang membuat Adib mendapatkan penghargaan dari presiden, antara lain keberhasilannya mengembangkan pendidikan terpadu di Madrasah Tarbiyatul Banin. Keterpaduan model pendidikan pesantren dan ilmu pengetahuan umum modern dinilai dapat mencetak pelajar dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Tak sekadar cerdas di bidang ilmu pengetahuan umum, tetapi juga terpuji dalam konteks tingkah laku.

Madrasah Tarbiyatul Banin sendiri terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Di dalamnya juga terdapat pondok pesantren yang didukung dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja swasa (LPKS).
"Keberadaan LPKS untuk membekali peserta didik dengan berbagai keterampilan atau skill, seperti komputer, reparasi sepeda motor, menjahit, hingga membatik. LPKS diharapkan menjadi bekal hidup bagi peserta didik karena sudah memiliki life skill," kata Adib.Konsep madrasah terpadu yang berada di bawah naungan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama tersebut berdiri sejak 1930 dan melahirkan banyak alumni berprestasi di berbagai bidang. Dalam kolaborasinya, sistem pendidikan pesantren salaf diterapkan melalui kurikulum lokal kepesantrenan, sedangkan sistem pendidikan modern diaplikasikan melalui kurikulum nasional sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler