Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, Indonesia saat ini mulai dijajah dengan modernisasi. Terutama rongrongan dari negara luar. Salah satunya, pencurian sumber daya alam (SDA), illegal fishing, hingga upaya memecah belah umat dalam perang proksi.

”Kita doa bersama dengan jajaran internal Kodim dan Koramil untuk keselamatan NKRI. Tujuannya supaya NKRI diselamatkan dari penjajahan modernisasi. Terutama rongrongan dari negara luar supaya sumber daya alam kita tetap terjaga dari pencurian, termasuk illegal fishing. Doa dilakukan pada Kamis malam hingga Jumat pagi, sampai salat Subuh,” kata Letkol Inf Andri.

Di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, Dandim meminta kepada semua anggota prajurit TNI di Pati untuk selalu ikhlas dan waspada dalam bertugas. Pasalnya, prajurit TNI saat ini tidak hanya bertugas untuk pengamanan teritorial saja, tetapi juga berbagai tugas kemanunggalan dengan rakyat, seperti pemantauan pupuk, luas tambah tanam (LTT), upaya khusus (pusus) swasembada pangan, dan masih banyak lagi lainnya.
Terkait dengan perkembangan situasi aksi demonstrasi di Tugu Monas, pihaknya sudah menginstruksikan kepada warga untuk berdoa di rumah ibadah masing-masing. Hal itu dinilai akan bisa menjaga kondusivitas daerah. Namun, sejumlah warga yang berangkat ke Jakarta diharapkan bisa melakukan aksi bermartabat dan tidak anarkis.”Saat ini, kesadaran hati untuk mencintai rakyat Indonesia mulai terkikis. Pentingnya memahami arti dan wawasan kebangsaan juga mulai berkurang. Hal itu yang membuat prajurit TNI AD tergugah untuk terus menggelorakan semangat kebersamaan agar NKRI tetap terjaga dengan baik,” pungkas Dandim.Editor: Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler