Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Kami menyatakan, ada 90 orang warga Pati yang positif terkena HIV/AIDS pada 2016. Dengan terdeteksinya 90 ODHA pada 2016, jumlah ODHA di Pati menjadi 1.019 orang sejak 1996. Dari jumlah itu, 105 orang di antaranya meninggal dunia," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Edi Sulistiyono.

Menurutnya, jumlah temuan ODHA baru di Pati cukup signifikan. Namun, jumlah itu ternyata masih rendah dibandingkan sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Grobogan, Semarang dan lain sebagainya. Kendati begitu, dia mengimbau kepada warga Pati untuk tidak melakukan perbuatan yang berpotensi menyebabkan tertular penyakit HIV/AIDS.

Koordinator Lapangan Penjangkauan Komunitas Populasi Kunci HIV/AIDS Pati, Adiningtyas Prima mengatakan, 90 persen ODHA yang ditemukan di Pati merupakan warga asli dan 10 persen merupakan warga pendatang yang tinggal di Pati, seperti Kudus, Jepara, dan Rembang. "Dari total temuan yang ada, 90 persen warga Pati sendiri, sedangkan 10 persen merupakan warga dari luar daerah yang tinggal di Pati," ucap Dining.
Sayangnya, tidak semua ODHA terbuka dengan petugas atau pendamping HIV/AIDS. Mereka ada yang malu dan tertutup, sehingga menyulitkan pendamping untuk membantu dalam hal pendampingan atau pengobatan. Padahal, mereka mestinya terbuka dengan pendamping HIV/AIDS supaya sejumlah polemik bisa diselesaikan bersama."Hanya ada sekitar 300 ODHA saja yang kita dampingi untuk pengobatan. Selebihnya, mereka masih menutup diri. Padahal, mereka mestinya mendapatkan pendampingan dan pengobatan. Ini yang menjadi tugas kami untuk terus menyosialisasikan dan mendekatkan diri kepada mereka," tandas Dining.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler