Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Setiap bulan, penjualan sandang mencapai Rp 100 juta, kerajinan dari Rp 30 juta hingga Rp 60 juta, dan makanan ringan mencapai Rp 60 juta. Omzet tersebut belum termasuk kuliner yang ditawarkan puluhan warung atau rumah makan di Pasar Pragola.

"Omzet kuliner belum kita hitung, karena belum ada sistem tersentral untuk pembayaran. Sedangkan pembayaran untuk makanan ringan, kerajinan dan sandang sudah menggunakan sistem tersentral sehingga bisa dikalkulasi omzetnya setiap bulan. Jika dihitung dengan kuliner, sudah tentu omzet di Pasar Pragola lebih dari Rp 200 juta per bulan," ujar Kepala Disperindag Pati, Riyoso, Kamis (8/12/2016).

Dengan omzet tersebut, Pasar Pragola yang baru saja berdiri dinilai bisa mendongkrak perekonomian warga Pati, terutama pedagang yang berjualan di sana. Meski begitu, Riyoso akan terus memberikan penambahan fasilitas untuk menarik minat pengunjung, sehingga produk yang dijual di Pasar Pragola akan laris manis.

"Rumah makan paling laris dan diserbu pengunjung pada jam-jam istirahat, seperti jam 10.00 WIB hingga jam 13.00 WIB. Malam hari pada jam-jam makan juga ramai pengunjung. Bisa dikatakan, rumah makan di Pasar Pragola lebih laris dibandingkan rumah makan lainnya di Pati," imbuh Riyoso.Sejauh ini, ekspektasi Disperindag Pati soal Pasar Pragola masih sesuai dengan harapan. Kendati pengunjung diakui semakin surut, tetapi kegiatan penjualan berjalan normal. Dari hasil evaluasi, penjualan di Pasar Pragola dari April 2016 hingga sekarang sudah berjalan baik.Muryati, salah satu penjual produk bantal dari hasil pemanfaatan limbah dakron asal Desa Kedungbulus, Gembong mengaku bisa mendapatkan omzet paling sedikit Rp 10 juta setiap bulan. Dengan omzet tersebut, Muryati membenarkan bila antusiasme masyarakat membeli di Pasar Pragola cukup tinggi.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler