Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dia berhasil mengembangkan budidaya pepaya yang dicangkok dari batang menggunakan sekam yang sudah dibasahi. Hasilnya, satu tanaman pepaya cangkok sudah bisa berbuah lebat dengan ketinggian pohon setengah meter saja.

Ide Muhtadi mengembangkan budidaya pepaya cangkok berawal dari aktivitas iseng untuk mencoba mencangkok pepaya yang tumbuh lebat di pekarangan rumah. Muhtadi berulang kali gagal mencangkok pepaya, karena menggunakan tanah atau sekam yang dicampur tanah.

"Awalnya, saya sering gagal mencangkok pepaya karena menggunakan tanah. Pernah juga pakai mos, kadang jadi, kadang akarnya busuk. Paling bagus pakai sekam, karena saya selalu berhasil," ujar Muhtadi kepada MuriaNewsCom, Kamis (8/12/2016).
Hasil buah pepaya cangkok diakui sama dengan buah indukan. Hanya saja, pepaya cangkok bisa berbuah lebih cepat dan lebih pendek ketimbang pepaya yang tumbuh dari biji. Selama ini, Muhtadi hanya mencangkok varietas pepaya Thailand dan Jinggo.Sayangnya, hasil pepaya cangkok Muhtadi belum dikembangkan untuk dijual, tetapi sebatas untuk konsumsi sendiri dan dibagikan kepada tetangga. Ke depan, dia akan mengembangkan pepaya cangkok untuk dijual di pasar bila sudah menemukan bibit pepaya California.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler