Dalam upacara yang dihadiri Plt Bupati Pati Budiyono, Sekda Pati Desmon Hastiono, dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pati Lukman tersebut, ormas Pemuda Panca Marga membacakan ikrar bela negara. Mereka membulatkan tekad untuk tetap bersatu mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sampai titik darah penghabisan.
Pemuda Panca Marga menilai, realitas bangsa saat ini berada dalam rongrongan terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sejak diproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Rongrongan itu berasal dari dalam maupun luar negeri.
Penyebabnya, antara lain sikap lengah dan kurang waspada terhadap berbagai kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi NKRI. Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Pemuda Panca Marga mengajak warga untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila hingga titik darah penghabisan.
Sementara itu, Budiyono yang menjadi inspektur upacara menegaskan, setiap warga berhak dan wajib ikut membela NKRI. Hal itu sesuai dengan konstitusi yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 3. "Bela negara adalah tekad, sikap, perilaku, dan tindakan membela negara. Hal itu menjadi bagian dari upaya penguatan karakter dan jati diri bangsa yang berkepribadian dan berbudaya," kata Budiyono.Melihat konstitusi tersebut, kata Budiyono, bela negara tidak hanya dilakukan anggota TNI dan Polri saja, tetapi juga dilakukan warga sipil. Lebih-lebih, ada ancaman yang merongrong NKRI dari aspek nonmiliter, seperti ancaman tanpa senjata.Secara terpisah, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, Hari Bela Negara menjadi momentum untuk mengingatkan kembali kesadaran akan pentingnya bela negara. "Mari kita bersama-sama menjaga, melindungi, membangun negara kita supaya aman, tentram, dan sejahtera," ajak Dandim.
Editor : Kholistiono
Murianews, Pati - Ratusan warga Pati lintas elemen mengikuti upacara Hari Bela Negara di Halaman Kantor Bupati Pati, Senin (19/12/2016). Mereka hadir dari pelajar, organisasi masyarakat (ormas), pegawai negeri sipil (PNS), polisi, dan prajurit TNI AD.
Dalam upacara yang dihadiri Plt Bupati Pati Budiyono, Sekda Pati Desmon Hastiono, dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pati Lukman tersebut, ormas Pemuda Panca Marga membacakan ikrar bela negara. Mereka membulatkan tekad untuk tetap bersatu mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sampai titik darah penghabisan.
Pemuda Panca Marga menilai, realitas bangsa saat ini berada dalam rongrongan terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sejak diproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Rongrongan itu berasal dari dalam maupun luar negeri.
Penyebabnya, antara lain sikap lengah dan kurang waspada terhadap berbagai kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi NKRI. Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Pemuda Panca Marga mengajak warga untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila hingga titik darah penghabisan.
Sementara itu, Budiyono yang menjadi inspektur upacara menegaskan, setiap warga berhak dan wajib ikut membela NKRI. Hal itu sesuai dengan konstitusi yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 3. "Bela negara adalah tekad, sikap, perilaku, dan tindakan membela negara. Hal itu menjadi bagian dari upaya penguatan karakter dan jati diri bangsa yang berkepribadian dan berbudaya," kata Budiyono.
Melihat konstitusi tersebut, kata Budiyono, bela negara tidak hanya dilakukan anggota TNI dan Polri saja, tetapi juga dilakukan warga sipil. Lebih-lebih, ada ancaman yang merongrong NKRI dari aspek nonmiliter, seperti ancaman tanpa senjata.
Secara terpisah, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, Hari Bela Negara menjadi momentum untuk mengingatkan kembali kesadaran akan pentingnya bela negara. "Mari kita bersama-sama menjaga, melindungi, membangun negara kita supaya aman, tentram, dan sejahtera," ajak Dandim.
Editor : Kholistiono