Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lily mengatakan, getuk ireng dibuat dari bahan dasar ketela seperti membuat getuk biasa. Namun, dia menambahkan pewarna alami dari merang padi supaya warnanya hitam.

Tidak dijual sendirian, getuk ireng yang dijajakan di stand bagian luar tersebut dicampur dengan tiwul, gatot, dan getuk biasa. "Kalau getuk biasa warnanya kuning. Ini warnanya hitam, karena dicampur bahan pewarna alami dari merang padi. Ini makanan kuno yang sekarang sudah mulai tidak ada," ujar Lily saat berbincang dengan MuriaNewsCom di sela-sela melayani puluhan pembeli.

Sejak dijajakan pada pukul 16.00 WIB, getuk ireng buatan Lily sudah habis pukul 17.30 WIB. Antusiasme pengunjung membeli getuk ireng tidak lepas dari eksistensinya yang mulai hilang, di pasar tradisional sekalipun.

Lily yang tinggal di Gunungbedah, Margorejo, Pati ini mengaku tahu resep getuk ireng dari orang tuanya. Selama ini, Lily tidak menjual getuk ireng di warung, tetapi hanya menerima pesanan. Rencannya, dia akan menjualnya di kawasan Stadion Joyokusumo.Bani Pujiastuti (38), pembeli asal Desa Kaborongan, Pati mengaku rindu dengan masa kanak-kanak ketika dibuatkan getuk ireng oleh emaknya. Karena itu, berburu kuliner tempo dulu yang digelar anak-anak muda yang berprofesi sebagai jurnalis, pengusaha dan pemuda lintas profesi ini dimanfaatkan Puji untuk mengobati rindu akan masa kecilnya.Festival sendiri rencananya akan berakhir pada Sabtu (31/12/2016) malam pukul 12.00 WIB. Pada malam tersebut, panitia akan menyalakan mercon bumbung dan terompet dari daun kelapa muda.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler