Getuk Ireng Buatan Lily Ludes Dibeli Pemburu Kuliner Jadul di Pati
Lismanto
Jumat, 30 Desember 2016 18:00:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Lily mengatakan, getuk ireng dibuat dari bahan dasar ketela seperti membuat getuk biasa. Namun, dia menambahkan pewarna alami dari merang padi supaya warnanya hitam.
Tidak dijual sendirian, getuk ireng yang dijajakan di stand bagian luar tersebut dicampur dengan tiwul, gatot, dan getuk biasa. "Kalau getuk biasa warnanya kuning. Ini warnanya hitam, karena dicampur bahan pewarna alami dari merang padi. Ini makanan kuno yang sekarang sudah mulai tidak ada," ujar Lily saat berbincang dengan MuriaNewsCom di sela-sela melayani puluhan pembeli.
Sejak dijajakan pada pukul 16.00 WIB, getuk ireng buatan Lily sudah habis pukul 17.30 WIB. Antusiasme pengunjung membeli getuk ireng tidak lepas dari eksistensinya yang mulai hilang, di pasar tradisional sekalipun.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



