Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pertumbuhan ekonomi di Pati mampu berada di atas rata-rata, yakni 5,98 persen. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang hanya 5,4 persen dan nasional hanya 5,1 persen.

Selain itu, angka kemiskinan di Pati yang awalnya 14 persen, perlahan turun menjadi 10 persen. Sedangkan angka pengangguran yang semula mencapai 13 persen, saat ini turun drastis di angka 6,3 persen. Sejumlah parameter tersebut cukup menjadi bukti keberhasilan Haryanto dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Pati.

Belum lagi, program pembangunan di bidang infrastruktur yang hampir menyentuh semua daerah. Berbagai jalan yang semula dikeluhkan masyarakat, saat ini banyak diperbaiki. Haryanto sadar, infrastruktur yang baik akan menopang jalannya roda perekonomian.

"Program yang saya buat untuk menata infrastruktur sudah bisa dinikmati masyarakat. Ini adalah wujud keseriusan saya selama memimpin Pati sejak 2012, bukan sekadar janji. Irigasi dan normalisasi Sungai Juwana yang menghabiskan APBN senilai Rp 27,5 miliar juga bisa dirasakan masyarakat. Belum lagi, pembangunan jembatan Sampang berkonstruksi baja sudah terealisasi dan bisa dinikmati masyarakat," ujar Haryanto.

Menurutnya, infrastruktur yang memadahi membuat investor berdatangan untuk menanamkan investasinya di Pati. Dengan hadirnya investor, lapangan kerja akan dibuka selebar-lebarnya yang pada akhirnya bisa menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Di kawasan Pati selatan, misalnya. Haryanto berhasil menarik investor untuk membangun pabrik jagung yang siap menampung hasil pertanian jagung dari petani di Pati dan sekitarnya. Ada juga industri perikanan berskala besar di Jalan Pati-Juwana yang keberadaannya mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal."Kita tidak membedakan wilayah Pati utara atau selatan. Semua pembangunan dilakukan secara merata sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Kebetulan saya mencalon diri lagi, kami akan pertajam visi dan misi untuk memajukan Pati di berbagai bidang, baik pendidikan, kesehatan, pelayanan dasar, dan sebagainya," tuturnya.Selama kepemimpinannya, berbagai pasar tradisional yang dinilai sudah tidak layak dibangun agar lebih representatif. Keberadaan pasar tradisional yang reprentatif diharapkan mampu mendongkrak perekonomian pedagang pasar, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pati.Belum lagi potensi di bidang pertanian. Haryanto pernah menerima penghargaan tingkat ketiga nasional. Penghargaan danaraksa juga pernah diterima dari Presiden, karena keberhasilannya mengatur keuangan dan manajemen keuangan dengan kinerja yang tinggi."Semua itu wujud peran saya sebagai kepala daerah yang konsisten melaksanakan visi dan misi. Saya berharap, pada 2017-2022 nanti menambah satu misi untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dengan pembangunan yang berkelanjutan," imbuh pria asal Desa Raci, Kecamatan Batangan yang lahir pada 8 April 1964 ini.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler