Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Suharto, penjual bambu asal Wedarijaksa menunggu momen tersebut. Sebab, tanpa pembelian dari kontraktor, penjualan bambu diakui sangat minim. Terlebih, masyarakat saat ini sangat jarang yang membeli bambu.

"Kalau masih terus-terusan sepi, kami akan meninggalkan profesi sebagai penjual bambu. Kebutuhan terus meningkat, sedangkan pendapatan tidak menentu. Namun, kami masih menunggu momentum pada April 2017 yang kabarnya banyak kontraktor akan membangun gedung di Pati," ungkapnya, Kamis (12/1/2017).

Biasanya, kontraktor membeli bambu dalam jumlah yang besar. Bahkan, berapa pun stok bambu yang disediakan penjual akan dibeli habis kontraktor. Bambu berfungsi sebagai penyangga atau tiang sementara pembangunan gedung yang biasanya dibutuhkan dalam jumlah yang tidak sedikit.

Hal yang sama diungkapkan Jamin, penjual bambu di wilayah Jalan Pati-Tayu, Desa Tambaharjo, Pati. Selama ini, dia mengandalkan pembeli dari kontraktor untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari penjualan bambu."Saya mengandalkan para pemborong yang membeli bambu untuk kebutuhan bangunan, entah itu gedung, gapura, rumah, dan sebagainya. Kalau proyek mereka lancar, berapa pun bambu yang saya jual pasti habis. Kabarnya, April 2017 banyak pembangunan sehingga kami akan siap-siap untuk menyetok bambu dalam jumlah banyak," tuturnya.Saat ini, Jamin menunggu peruntungan dari pembeli sebanyak satu, dua hingga lima batang setiap hari dari masyarakat. Meski keuntungannya diakui tidak seberapa, tetapi dia mencoba bertahan berjualan bambu yang ia peroleh dari Kabupaten Blora.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler