Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Yang namanya orang kumpul-kumpul dengan kotak kosong itu kan wajar, jangan disalahartikan lah. Jangan diperbesar. DPC cuma melihat kumpul-kumpul saja, kecuali saya mengarahkan, mencatat atau memakai kaos kotak kosong, itu baru fakta," ungkap Jumadi, Jumat (13/1/2017).

Karena itu, apa yang dituduhkan pengurus DPC PDIP Pati dianggap terlalu tendensius, berlebihan, dan tidak mendasarkan pada fakta. Jumadi berani memastikan bila dirinya tidak membelot dari partainya sendiri.

"Tidak. Salah itu kalau saya dianggap membelot. Masih satu bulan kok. Persoalan di program Mata Najwa, saya melihat dan menyaksikan sama orang banyak, bukan di panggung. Saya juga tidak buat statement," ucap Jumadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran pengurus DPC PDIP merasa keberatan dengan sikap Jumadi yang terlihat "mesra" dengan relawan kotak kosong. Usulan untuk memecat Jumadi dari struktur kepengurusan DPC PDIP juga sudah dibahas dengan melayangkan surat kepada DPD dan DPP PDIP.
Mereka khawatir, Jumadi akan membocorkan informasi internal partai PDIP kepada relawan kotak kosong bila masih di pengurusan PDIP. Jumadi pun dianggap berdiri di dua jalur sehingga dinilai membahayakan bagi keberlangsungan partai.Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC PDIP Pati Budiono mengaku malu dengan sikap Jumadi yang membelot dari instruksi partai. Sebagai partai pengusung, kader punya kerja untuk memenangkan paslon Haryanto-Saiful Arifin yang telah ditunjuk DPP PDIP.Budiono menilai, apa yang dilakukan Jumadi merupakan pelanggaran berat. Tak tanggung-tanggung, Budiono mengusulkan supaya Jumadi bisa dilakukan pemecatan dengan tidak terhormat. Jumadi dianggap tidak tegak lurus dan mencederai titah partainya sendiri.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler