Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tokoh setempat, Krisno kepada MuriaNewsCom menuturkan, istri Ki Santa Mulya saat itu berbuat kesalahan sehingga mendapatkan hukuman dari mertuanya, Maesura. Dia diasingkan di Pulau Anakan yang diduga saat ini bernama Pulau Seprapat, Juwana.

Suaminya, Ki Santa Mulya merasa rindu dengan istrinya lantaran saat itu tengah hamil. Namun, dia tidak bisa berbuat sesuatu karena ayahnya sendiri yang menghukumnya dengan mengasingkan di Pulau Anakan.

"Ki Santa Mulya kemudian melakukan kontak batin di puncak tertinggi di perbukitan Durensawit. Di sana, dia juga bisa melihat pulau anakan dari atas sehingga bisa sedikit mengobati rindunya kepada sang istri," ujar Krisno, Kamis (19/1/2017).
Kisah tersebut, kata Krisno, diambil dari cerita tutur yang berkembang di Durensawit. Kisah itu terjadi pada zaman Kerajaan Malawapati yang dipimpin Prabu Angling Darma. Namun, kisah itu mulai pudar dari ingatan.Sejak dibuka untuk dikunjungi, kawasan tersebut mulai ramai diserbu muda-mudi yang ingin melihat keindahan hamparan daratan Kabupaten Pati, serta pegunungan yang hijau. Warga yang rindu dengan atmosfer udara sejuk bisa berkunjung ke sana setiap hari, hanya dengan biaya parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler