Bukit Pandang di Durensawit Pati Jadi Saksi Bisu Kerinduan Ki Santa Mulya
Lismanto
Kamis, 19 Januari 2017 10:00:14
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Tokoh setempat, Krisno kepada MuriaNewsCom menuturkan, istri Ki Santa Mulya saat itu berbuat kesalahan sehingga mendapatkan hukuman dari mertuanya, Maesura. Dia diasingkan di Pulau Anakan yang diduga saat ini bernama Pulau Seprapat, Juwana.
Suaminya, Ki Santa Mulya merasa rindu dengan istrinya lantaran saat itu tengah hamil. Namun, dia tidak bisa berbuat sesuatu karena ayahnya sendiri yang menghukumnya dengan mengasingkan di Pulau Anakan.
"Ki Santa Mulya kemudian melakukan kontak batin di puncak tertinggi di perbukitan Durensawit. Di sana, dia juga bisa melihat pulau anakan dari atas sehingga bisa sedikit mengobati rindunya kepada sang istri," ujar Krisno, Kamis (19/1/2017).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



