Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Kiprah PPP di bawah naungan para kiai dan ulama sangat luar biasa. Kita selalu meminta pertimbangan ulama. Di Pati, kiai banyak. Pondok pesantren juga banyak. Mestinya, hasilnya juga linier dengan para tokoh dari kiai di Pati. Kami optimis, PPP akan segera bangkit dan jaya," kata Ketua DPC PPP Pati Suwito, Sabtu (4/3/2017).

Sementara itu, Arwani yang akrab disapa Gus Aang mengaku serius untuk membangkitkan kembali PPP di Kabupaten Pati dan merebut enam hingga tujuh kursi di DPRD. Ada tiga hal yang akan dilakukan agar tokoh dari PPP bisa tampil sebagai pemimpin di Kabupaten Pati.

Pertama, ia meminta kepada pengurus DPC PPP Pati untuk segera memastikan struktur kepengurusan tingkat ranting hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) agar betul-betul terisi. "Di satu desa, minimal ada tujuh kader aktif, terdiri dari tokoh agama, pemuda dan tokoh perempuan," ungkap putra almarhum KH Thoyfur tersebut.

Selama ini, struktur kepengurusan PPP di tingkat PAC dan ranting diakui masih belum tertata dengan baik. Padahal, struktur kepengurusan di tingkat desa dan kecamatan diakui sangat menentukan dalam upaya merebut kursi legislatif.
Kedua, Gus Aang meminta agar PPP Pati segera membentuk badan otonom (banom) dari tingkat kabupaten. Keberadaan banom dinilai memiliki peran vital. Selain punya kontribusi kepada masyarakat juga diharapkan bisa ikut menyukseskan partai.Ketiga, kaderisasi bagi anggota parpol wajib dilakukan. Proses kaderisasi akan mengutamakan pelatihan dengan porsi yang lebih banyak. Dia sadar, perebutan kekuasaan menjadi hal penting agar bisa menjadi penentu kebijakan bagi kemaslatan dan kesejahteraan masyarakat."Kita harus ikut berperan sebagai pengambil kebijakan, harus punya rencana untuk menjadi pemimpin. Parpol tujuannya untuk merebut kekuasaan. Sama halnya PPP, tujuannya adalah kekuasaan. Namun, kekuasaan itu harus didasari dengan niat untuk ibadah, mengabdi kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat," seru Gus Aang.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler