Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Ancaman untuk bangsa saat ini bukan dalam bentuk perang, tetapi bentuk-bentuk baru berupa ideologi, teror, hingga narkoba. Kalau tidak diantisipasi bersama, bukan tidak mungkin Indonesia akan mudah dipecah belah, sehingga kelompok-kelompok radikal akan mudah masuk," ujar Firman.

Dalam beberapa waktu terakhir, juga ditemukan banyak kaos, bendera dan lambang-lambang komunisme yang bermunculan. Masyarakat menyebutnya sebagai sebuah gerakan komunis baru di Indonesia. Kondisi itu, menurut Firman, mesti menjadi perhatian bersama karena paham komunis dilarang undang-undang.

Karena itu, ia mengajak kepada warga Pati untuk bersama-sama menangkal paham-paham yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dengan cara memahami apa itu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, setiap warga wajib menangkal paham yang tidak sesuai ideologi bangsa, tidak hanya pemerintah, polisi dan TNI, tetapi juga civil society.

"Dengan keterbatasan pemerintah, polisi dan TNI, masyarakat harus bersama-sama bertanggung jawab untuk menjaga pertahanan dan keamanan bangsa dari ancaman yang mencoba merongrong NKRI. Itu bisa dilakukan, dari mulai tingkat desa hingga tingkat nasional. Gerakan terorisme sekarang tidak lagi bersenjata, tetapi dengan teror yang merusak bangsa, seperti narkoba, tembakau gorila, ideologi yang tidak sesuai Pancasila, dan sebagainya," kata Firman.
Sementara itu, Pasi Intel Kodim 0718/Pati Kapten Inf Yahudi membenarkan adanya upaya dari para pihak yang ingin melemahkan dan memecah belah NKRI. Konflik Ambon dan Sumatera, serta ancaman narkoba yang terstruktur dan masif adalah satu di antaranya upaya untuk melemahkan NKRI."Jangan dianggap di Pati tidak ada kasus narkoba. Tahun ini saja, sudah ada sekitar 45 kasus narkoba. Itu jelas upaya untuk melemahkan generasi muda bangsa agar tidak memiliki daya saing di bidang sumber daya manusia (SDM)," ungkapnya.Selama ini, kata dia, Kabupaten Pati sudah dikenal sebagai daerah di pesisir utara Jawa yang masyarakatnya hidup dalam toleransi. Miniatur NKRI yang ada di Pati itulah yang diharapkan selalu terjaga dengan baik untuk menghadapi upaya-upaya pemecah belah bangsa.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler