Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pengelola Bukit Pandang Ki Santa Mulya, Krisno mengatakan, banyaknya pengunjung yang datang disebabkan adanya penambahan sejumlah fasilitas berupa spot-spot cantik untuk selfie. Salah satunya, spot berbentuk "I Love U" yang terbuat dari bambu dan rumah pohon yang paling sering digunakan untuk selfie.

"Pada saat awal dibuka, memang pengunjungnya baru dari warga sekitar. Setelah ada penambahan fasilitas berupa tempat-tempat yang nyaman untuk menikmati pemandangan hamparan Kabupaten Pati dan pegunungan Kendeng, saat ini dikunjungi rata-rata 500 orang setiap hari. Pada weekend dari Jumat hingga Minggu, pengunjung bisa lebih dari seribu," ungkap Krisno kepada MuriaNewsCom, Senin (6/3/2017).

Akses jalan untuk menuju kawasan wisata ini sangat mudah. Dari jalan beraspal menuju Desa Durensawit, pengunjung tinggal naik ke kawasan perbukitan Pegunungan Kendeng yang sudah diberikan tangga batu. Butuh waktu sekitar lima menit untuk sampai ke puncak bukit pandang.

Di sana, wisatawan disuguhkan satu panorama Pegunungan Kendeng yang masih sangat hijau dan hamparan tanah Kabupaten Pati pada bagian bawah, serta cakrawala Laut Utara Jawa. Di puncak bukit, ada sekitar tiga gerdu untuk duduk santai menikmati udara segar, serta beberapa tempat duduk terbuat dari kayu.
Pada bagian bawah puncak, ada tiga spot cantik untuk berfoto, yakni tempat duduk dari kayu, spot "I Love U" dan rumah pohon. Sebagian besar pengunjung berasal dari anak-anak muda, beberapa di antaranya pasangan yang sudah berkeluarga.Tak tanggung-tanggung, beberapa pengunjung berasal dari luar daerah seperti Kudus, Brebes, Boyolali, Semarang, Yogyakarta, dan Tuban. Beberapa mahasiswa yang datang juga berasal dari Medan. Kendati begitu, sebagian besar pengunjung masih berasal dari Kabupaten Pati.Shinta Kristiani, misalnya. Pelajar asal Desa Karang Gempol, Kayen ini sudah beberapa kali mengunjungi bukit pandang. Dia selalu memilih hari libur dan weekend untuk mengunjungi bukit pandang. Menurutnya, Bukit Pandang Ki Santa Mulya menjadi satu-satunya spot paling menarik untuk selfie.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler