Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sumur dangkal tersebut memiliki sumber mata air yang tidak ada habisnya, kendati pada musim kemarau sekalipun. Airnya jernih hingga meluber di sekitar sumur.

Penduduk setempat yakin, air dalam kubangan bekas peninggalan Empu Supo tersebut bisa memberikan berkah, terutama awet muda. Tak hanya penduduk setempat, pengunjung yang sebagian besar dari wilayah Jawa Timur berdatangan pada malam hari untuk menggelar ritual dan mengambil air yang ditaruh di sebuah wadah untuk dibawa pulang.

"Kepercayaannya memang begitu. Banyak yang berdatangan untuk mengambil air dan membawanya pulang. Mereka juga mencuci muka di tempat, karena diyakini bisa awet muda," ungkap Krisno, tokoh masyarakat setempat, Kamis (9/3/2017).

Baca juga : Menguak Jejak Empu Supo di Kabupaten Pati
Sementara itu, Abdul Rokhim, pengunjung asal Kecamatan Winong, Pati mengaku heran dengan sumur dangkal tersebut. Menurutnya, kubangan sedalam dua meter bisa memancarkan air jernih sepanjang waktu tanpa mengenal musim kemarau, terbilang fenomena alam yang cukup mengherankan."Saya mencoba mencuci muka di sini, airnya memang segar dan menyejukkan. Kalau mitosnya bikin awet muda itu wajar, karena airnya bersumber dari mata air Pegunungan Kendeng yang alami, di tengah hutan yang dikelilingi pohon-pohon besar," kata Rokhim.Sayangnya, akses jalan menuju situs peninggalan Empu Supo sulit untuk dilalui. Pengunjung mesti jalan kaki atau menggunakan sepeda motor trail, karena harus melalui jalan sempit berbatu dengan hutan di sekitarnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler