Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Enam jam berjualan kopi pada malam hari, Ady sanggup meraup omzet sekitar Rp 600 ribu setiap harinya. Praktis, omzet jualan kopi Ady yang mengusung konsep "food truck" mencapai Rp 18 juta setiap bulannya.

Sebelumnya, pada 2014, Ady pernah membuka kedai kopi dengan jenis kopi single origin. Sayangnya, kedai kopinya sepi sehingga usahanya mandek dan berhenti di tengah jalan.

Namun, Ady tidak putus asa dan mencoba menangkap peluang lain dengan berjualan kopi berkonsep food truck. Dengan konsep yang lebih baru, Ady berhasil menjual 200 hingga 250 gelas kopi setiap hari.

Sebelum beroperasi di kawasan Alun-alun, Ady sempat berjualan di kawasan Stadion Joyokusumo. Namun, ada aturan yang melarang penjual menjajakan dagangannya di kompleks stadion sehingga beberapa kali diusir petugas Satpol PP.
"Saya pilih usaha jualan kopi, karena terinspirasi dari sebuah kebiasaan yang tidak suka minum kopi. Kalau minum kopi, perut terasa kembung dan mual. Saya penasaran dan belajar di daerah lain untuk menghasilkan kopi yang enak dan tidak menimbulkan mual," kata Ady, Sabtu (11/3/2017).Saat itu, ia melihat ada warung kopi single origin yang menjual kopi langsung diambilkan biji kopi murni dan digiling di tempat. Menurutnya, rasanya enak dengan penyajian yang unik. Dari sana, ia ingin menjual kopi dengan konsep yang serupa.Saat ini, Ady menjual aneka minuman kopi dari Flores Manggarai, Lampung dan Java Bold Temanggung untuk kopi jenis Robusta, serta Aceh Gayo, Toraja Kalosi, Bali Kintamani dan Bali Wanagiri. Dalam sebulan, rata-rata ia berhasil menjual 20 kilogram kopi dari berbagai varian.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler