Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak hanya dikunjungi wisatawan lokal, haul Sunan Prawoto yang masuk dalam kalender event Kabupaten Pati tersebut menarik wisatawan asing. Kali ini, ada lima wisatawan asing dari lima negara yang mengunjungi haul Sunan Prawoto.

Mereka berasal dari India, Rusia, Slovakia, Ukraina, dan Hongaria. Satu di antara mereka mengaku takjub dengan kebudayaan di Desa Prawoto yang masih lestari hingga sekarang.

Dmitry, misalnya. Warga berkebangsaan Rusia ini sudah beberapa kali menghadiri kegiatan kebudayaan di Indonesia, salah satunya di Desa Prawoto. "Kegiatan kebudayaan yang sangat menarik dan perlu dilestarikan," ujar Dmitry.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak dimiliki negara lain. Masyarakat Indonesia diakui sangat menaruh hormat kepada leluhurnya, seperti di Desa Prawoto yang memperingati haul leluhurnya setiap setahun sekali dengan kirab budaya dan doa.

"Sepengetahuan saya, Sunan Prawoto merupakan raja terakhir dari Kesultanan Demak, sebuah kerajaan yang sempat berjaya di Nusantara setelah Majapahit. Sepeninggal Sunan Prawoto, muncul sejumlah kerajaan seperti Pajang dan Mataram. Tradisi ini harus dilestarikan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Makam Sunan Prawoto, Ana Mansuran mengungkapkan, haul Sunan Prawoto sudah menjadi adat dan tradisi penduduk untuk menghormati leluhurnya. Bagi warga Prawoto, Sunan Prawoto memiliki  jasa yang besar saat menjadi Sultan Demak sekitar tahun 1546."Kirab budaya haul Sunan Prawoto ini terus dilestarikan di Bumi Kasepuhan Bintoro Prawoto. Tujuannya, tak lain untuk melestarikan budaya dan menghormati jasa beliau," ucap Mansuran.Kirab budaya sendiri dimulai di balai desa menuju Makam Sunan Prawoto yang berjarak sekitar satu kilometer. Sejumlah masyarakat mengarak lurup atau kelambu baru dan ikan lengkur, serta pusaka Sunan Prawoto sebelum prosesi adat dilakukan di kawasan makam.Tak hanya wisatawan asing, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Ayu Koes Indriyah didampingi para abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat juga menghadiri prosesi adat kirap lurup Haul Sunan Prawoto. Dia berharap, masyarakat Prawoto bisa terus melestarikan tradisi tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler