Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak hanya menawarkan sejumlah spot yang menarik untuk selfie, kini pengelola menyuguhkan pagelaran wayang ucul dengan lakon petruk angon laler. Wayang itu diperankan oleh pengelola bukit pandang.

Uniknya, pagelaran wayang ucul mengisahkan sebuah bukit yang ramai dikunjungi pengunjung. Bukit pandang diibaratkan sebagai bangkai ikan. Kendati ikan sudah mati dan menjadi bangkai, tetapi tetap disukai manusia.

"Pengunjung dikiaskan sebagai lalat. Petruk angon laler, artinya Petruk memelihara lalat. Wayang ucul berkisah tentang bagaimana pengelola sebagai petruk bertugas memelihara bukit agar selalu dikunjungi lalat atau wisatawan," ucap penggagas Bukit Pandang Pati, Krisno, Selasa (18/4/2017).

Menurutnya, pagelaran wayang ucul menjadi salah satu upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya Jawa di tengah destinasi wisata alam berkonsep kekinian. Wayang digelar di batu gedek yang lokasinya berada di kawasan bukit pandang.
Saat dilaunching, pementasan wayang ucul melibatkan sejumlah mahasiswa Passa Unissula, IMP Unnes, Kompi yang meliputi Undip, Polines dan Politekes, KMPP UIN Walisongo Semarang, Kommpas Unwahas dan Pampa Upgris. Mereka ikut mendukung upaya pelestarian budaya di tengah destinasi wisata alam di Pegunungan Kendeng."Rencananya, pagelaran wayang ucul kami gelar setiap hari. Jadi, pengunjung tidak cuma foto selfie dan menikmati pemandangan alam yang indah di Pegunungan Kendeng, tetapi juga bisa menikmati wayang ucul," imbuhnya.Saat ini, kawasan wisata Bukit Pandang tak hanya dikunjungi wisatawan lokal, tetapi juga luar daerah seperti Gresik, Lumajang, Surabaya, Pemalang, hingga Bandung. Pengunjung dari luar kota biasanya mengaku sebagai backpacker, sekadar ingin menyaksikan salah satu pesona alam di Kabupaten Pati.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler