Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Pengelola Terminal, Kunarso mengungkapkan, banyak sopir bus lokal dan angkutan umum yang enggan datang ke Terminal Tayu karena lokasinya terlalu jauh dari pusat keramaian, seperti alun-alun dan pasar. Mereka memilih singgah ke tempat-tempat keramaian, kendati sudah dilakukan sosialisasi.

"Pusat keramaian masih berada di Alun-alun Tayu. Para sopir lebih memilih mangkal di sana, karena banyak penumpang. Hal itu yang membuat Terminal Tayu menjadi sepi," ungkap Kunarso.

Terlebih, Pasar Tayu selesai dibangun, sehingga banyak penumpang dari pengunjung pasar yang menjadi target sopir bus dan angkutan umum. Akibatnya, Terminal Tayu  semakin sepi dan terlihat mangkrak.

"Kalau mangkal di kawasan alun-alun dan pasar, mereka lebih banyak mendapatkan penumpang. Sampai saat ini, belum ada aturan yang tegas agar para sopir bus dan angkot singgah di Terminal Tayu, sedangkan sosialisasi sudah sering dilakukan," imbuhnya.

Sucipto, salah satu sopir angkot jurusan Tayu-Puncel mengaku enggan masuk ke terminal. Selain lokasinya jauh dari pusat keramaian, tarif parkir dan ongkos masuk yang diberlakukan pengelola terminal diakui cukup membebani."Kalau masuk terminal berkali-kali dalam sehari, ongkos yang dikeluarkan juga lumayan. Sementara penghasilan sopir angkutan masih minim. Terlebih, terminal masih sepi dan minim penumpang," tuturnya.Pengalihan rute angkutan menuju Terminal Tayu semula sempat menuai protes dari pengusaha angkutan kota dalam provinsi (AKDP). Mereka beralasan, rute menuju Terminal Tayu lebih jauh, lama dan minim penumpang.Namun, Pemda Pati tetap pada kebijakannya untuk memaksimalkan fungsi Terminal Tayu yang sudah terlanjur dibangun dan beroperasi pada 2015. Sesuai fungsinya, pembangunan Terminal Tayu digunakan untuk angkutan umum, bus antarkota dan provinsi.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler