Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Satu siswi yang diboncengkan dua siswa terlihat diciumi dari belakang. Siswa yang mengapit siswi tersebut tampak tidak malu, kendati banyak kendaraan yang lalu lalang melewati jalan raya tersebut.

Dari pengamatan MuriaNewsCom di lapangan, ketiga pelajar tersebut mengendarai sepeda motor Beat Merah. Seragam dan rambut mereka telah dicorat-coret menggunakan pilok.

Pengamat pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Hamidulloh Ibda mengatakan, pemandangan semacam itu tidak lepas dari pengaruh globalisasi. "Perbuatan itu tidak dianggap amoral, karena menurutnya keren. Itu tugas bersama guru, orang tua, masyarakat dan Dinas Pendidikan," kata Ibda.

Menurutnya, tanggung jawab pendidikan tidak sepenuhnya dipikul guru. Dalam dunia pendidikan, ada istilah tripusat pendidikan, yakni pendidikan dari keluarga, sekolah dan masyarakat.
"Tapi kalau perbuatan amoral itu dilakukan saat merayakan kelulusan dengan mengenakan seragam sebagai simbol pendidikan formal, berarti yang gagal institusi pendidikannya. Ini memang menjadi PR bagi lembaga pendidikan untuk lebih jeli mengajarkan mental dan moralitas yang baik," tuturnya.Secara terpisah, satu siswi SMK Tunas Harapan kedapatan membawa satu botol miras yang dibawa bersama temannya jelang pengumuman kelulusan. Dia diamankan petugas kepolisian bersama satu rekannya di Mapolsek Wedarijaksa.Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum akan memanggil orang tua dan gurunya untuk dilakukan pembinaan. Dia berharap, pemanggilan orang tua dan guru bisa mendidik dan memberikan efek jera.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler