Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Haryanto mengaku, mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan lambatnya pembuatan E-KTP. Selain itu, dia juga mendapatkan teguran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait persoalan tersebut.

Haryanto menduga ada "permainan" dari para petugas yang mengurus E-KTP di Pati yang mengindikasikan adanya pungutan liar (pungli). Pasalnya, blangko yang tersedia ada sekitar 11 ribu keping dan belum dicetak.

"Dalam waktu satu jam, petugas mestinya bisa mencetak 200 E-KTP. Ada enam print di Disdukcapil. Mestinya, dalam satu jam saja, petugas bisa mencetak 1.600 E-KTP. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk terlambat," ujar Haryanto dengan nada yang meledak-ledak.

Dia menambahkan, pembuatan E-KTP seharusnya gratis. Bila ada petugas yang meminta sejumlah uang dengan alasan apapun, hal itu disebut sebagai pungli. Masyarakat diminta untuk proaktif melaporkan petugas nakal semacam itu.

"Kita baru saja membuat Tim Saber Pungli di Pati. Jadi, jangan bermain-main dengan pungli. Kami bersama Tim Saber Pungli bersama kepolsian, kejaksaan dan TNI akan menindak tegas siapa saja yang melakukan pungli di Pati," imbuh Haryanto.Sementara itu, Kepala Disdukcapil Pati Dadik Sumardji mengaku sudah melakukan pembuatan E-KTP sesuai dengan prosedur. Dia mengutamakan warga yang sudah melakukan rekam terlebih dahulu.Menurutnya, keterlambatan pembuatan E-KTP bukan karena ada pungli. Namun, server Disdukcapil disebut rusak selama sekitar dua minggu yang lalu. Saat server sudah normal, dia mengaku sudah langsung melakukan pencetakan."Kendala utamanya ada pada server. Saat akan mencetak dalam jumlah yang banyak, server tidak kuat dan mesin cepat panas. Kami tegaskan, server dan jaringannya yang bermasalah," kilah Dadik.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler