Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat gantung diri, Fatimah dipergoki ibunya, Sofiatun (47) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Sofiatun bangun tidur dan hendak ke belakang rumah.

Saat di teras belakang rumah, Sofiatun melihat anaknya sudah gantung diri. Dia kemudian berteriak untuk meminta tolong kepada Subagyo (51), suaminya.

Sang ayah bergegas menolong Fatimah. Namun, anaknya tersebut ternyata sudah meninggal dunia. Isak tangis kedua orangtua Fatimah pun tak terbendung.

Keduanya tidak menyangka bila anaknya rela meninggalkan orang tua dengan cara gantung diri. Polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).Dari hasil olah TKP, Kapolsek Tambakromo AKP Warsito mengungkapkan, bahwa hidung Fatimah mengeluarkan darah, sedangkan lehernya terdapat luka jeratan yang membuat darah dan oksigen tidak bisa berjalan dengan baik sehingga meninggal dunia.Dari keterangan pihak keluarga, Fatimah sempat depresi karena penyakit asam lambung yan diderita tak kunjung sembuh. Karena tidak meninggalkan pesan, Fatimah diduga bunuh diri karena masalah penyakit asam lambungnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler