Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berbekal probiotik dengan sistem fakultatif, Teguh berhasil menciptakan beras sehat yang kaya akan bakteri lactobacillus. Bakteri ini baik untuk kesehatan, terutama meningkatkan daya imunitas tubuh seseorang.

Teguh mengaku, temuannya itu dilakukan bersama salah satu dosennya di UIN Malang setelah memiliki banyak pengalaman di sebuah perusahaan di Amerika Serikat. Kini, temuannya itu akan didaftarkan hak kekayaan intelektual (HAKI) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Saya banyak pengalaman menimba ilmu di sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat. Sepulang di Indonesia, saya kemudian mencoba mengembangkan beras hibrid yang menyehatkan, setara dengan beras organik," ucap Teguh saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Senin (3/7/2017).

Menurutnya, beras jenis apapun, meski dikembangkan dengan sistem konvensional menggunakan pestisida dan pupuk anorganik bisa disulap menjadi beras organik. Sebab, beras hibrid ciptaannya mengandung bakteri selulotik Cellulomonas.

Bakteri tersebut mampu mengikat racun dan logam pada beras yang dikembangkan secara anorganik. Hasilnya, logam dan racun yang menempel pada beras dapat dieliminir sehingga beras hibrid buatannya setara dengan beras organik.Cara yang dilakukan pun cukup mudah. Teguh hanya menyemprotkan cairan mikroba pada beras dengan dosis yang tipis. Sebanyak 40 cc air dicampur dengan 10 cc prebiotik yang lantas disemprotkan pada beras.Dalam waktu 24 jam, beras yang disemprotkan cairan mikroba tersebut sudah bisa dimasak. Meski dimasak hingga matang, mikroba tidak akan mati karena tahan pada suhu hingga 180 derajat celcius.Kini, beras hibrid buatan Teguh sudah dikirim ke sejumlah kota besar seperti Jakarta. Dalam seminggu, pesanannya yang dikirim ke Jakarta mencapai 8.000 kilogram beras.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler