Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Obsesinya menjadi polisi kandas, setelah gagal mengikuti seleksi sebanyak empat kali. Dia akhirnya memutuskan untuk mengambil studi hukum di Universitas Semarang (USM).

Siapa sangka, kegagalannya menjadi polisi justru berbuah manis. Sekarang, pemuda kelahiran 3 Desember 1990 ini justru sukses menjadi pengusaha muda dengan omzet mencapai Rp 1,8 miliar setiap bulannya.

Meski masih berusia 26 tahun dan lajang, dia mengelola usaha di bidang tekstil dengan 60 karyawan. Beragam produk yang dia jual, antara lain seprai, bantal, guling, kasur, korden, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

"Sedih kalau mau ceritain masa lalu. Pengennya jadi polisi, tapi empat kali daftar gagal. Akhirnya saya menekuni usaha dari 2009, sambil kuliah di USM," ucap Sony, Rabu (12/7/2017).

Menjadi bos di usia muda diakui cukup susah. Sebab, dia harus melakukan manajemen usaha, termasuk karyawan dengan baik.
Beberapa kali, Sony melakukan survei pasar ke berbagai daerah. Di Medan, misalnya. Dia mendapatkan tanah yang tepat untuk pemasaran produknya.Dari survei yang mumpuni, Sony lantas membuka cabang untuk pemasaran produk-produknya. Alumni SMK Tunas Harapan Pati ini tidak membeberkan keuntungan bersih dari usahanya. Namun, omzet setiap bulannya bisa mendekati Rp 2 miliar.Dia berharap, kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Pati untuk tidak takut menjadi pengusaha. Bagi anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pati ini, kegagalan adalah hal biasa.Kegagalan akan menjadi luar biasa jika seseorang tetap semangat merintis karier, meski banyak rintangan menghalangi. Dari keuletan dan kegigihan, seseorang akan mencapai titik kesuksesannya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler