Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Travelers dijadwalkan sudah bisa menggunakan wahana baru ini pada 17 Agustus 2017. Wahana itu akan melengkapi kawasan wisata Bukit Pandang Ki Santamulya, Desa Durensawit, Kecamatan Kayen. Pengunjung bisa menguji adrenalin sekaligus merasakan sensasi "terbang" di antara dua bukit dengan panorama bagai surga.

Pengelola Bukit Pandang Ki Santamulya, Krisno sudah menyiapkan investasi senilai Rp 100 juta untuk membuat flying fox. Wahana yang akan menjadi andalan baru wisata "bukit pandang" tersebut diharapkan bisa melejitkan potensi dan kekayaan alam di Kabupaten Pati.

"Di Pati kan belum ada flying fox. Kami sampai harus menjual mobil untuk anak saya supaya bisa membangun flying fox, demi kemajuan wisata di Pati. Kami ingin menyuguhkan eksotisme pegunungan Kendeng kepada wisatawan," ucap Krisno, Sabtu (15/7/2017).

Ada dua lintasan flying fox yang akan dibangun. Pertama, lintasan yang menghubungkan dua bukit dengan ketinggian ekstrem. Kedua, lintasan dengan ketinggian sedang.

Tak tanggung-tanggung, sling lintasan yang akan digunakan mampu menahan beban hingga 16 ton dengan sling backup yang bisa menanggung beban 14 ton. Pengelola menjamin keamanan flying fox tersebut, karena instalasi lintasan dilakukan ahli yang sudah tersertifikasi.

Provider outbond, Prapto Nugroho yang melakukan survei tempat tersebut sudah menyiapkan instalasi dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Mereka yang akan mengoperasionalkan flying fox kepada pengunjung."Prinsip kami untuk instalasi ini adalah safety yang baku dan nomor satu. Kami tidak akan bernegosiasi untuk masalah safety dan kenyamanan pengunjung. Kami benar-benar akan menyuguhkan wisata adrenalin yang luar biasa di sini," tuturnya.Menurutnya, sensasi flying fox yang akan segera launching di Bukit Pandang tidak kalah dengan flying fox di Umbul Sidomukti, Semarang. Rencananya, tiket untuk lintasan ekstrem dibanderol dengan harga Rp 15 ribu per orang.Sementara lintasan dengan ketinggian sedang dibanderol Rp 10 ribu per orang. Tiket tersebut di bawah harga flying fox standar Rp 20 ribu. Tujuannya untuk mengakomodasi pengunjung lokal agar bisa menikmati flying fox dengan tiket yang terjangkau.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler