Anggota DPR Bongkar Penyebab Garam Langka, Pelakunya Diduga Kartel
Lismanto
Minggu, 13 Agustus 2017 15:41:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MuriaNewsCom, Pati - Anggota DPR RI Firman Soebagyo membongkar penyebab garam langka yang sempat membuat masyarakat resah. Pelakunya diduga adalah kartel di kawasan Jawa Timur yang melakukan aksi borong garam.
"Kemarin kita sinyalir adanya tengkulak-tengkulak di Jawa Timur yang melakukan aksi borong terhadap garam produksi nasional. Garam itu tidak langsung dijual, tapi distok," ungkap Firman, seusai mengisi sosialisasi empat pilar MPR RI di Desa Karaban, Gabus, Pati, Sabtu (12/8/2017) malam.
Hanya saja, sumber yang ia dapatkan tidak berani membuka siapa pelaku yang berperan menjadi kartel untuk memonopoli distribusi garam nasional. Karena itu, Firman meminta kepada Satgas Pangan untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Pasalnya, apa yang dilakukan kartel hingga membuat garam langka, masuk dalam kategori pelanggaran tindak pidana ekonomi yang harus ditindak tegas. "Saya sudah meminta Satgas Pangan untuk menelusuri, saya yakin pelakunya ketemu," tuturnya.
Firman menjelaskan, pola kartelisasi yang dilakukan tengkulak dengan cara memborong garam produksi nasional untuk ditimbun dan sengaja membuat garam langka. Dengan demikian, tengkulak bisa mengambil keuntungan saat harga melonjak tinggi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




