Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ada beragam kegiatan peduli lingkungan yang diagendakan di sana. Salah satunya, pengumpulan botol-botol bekas yang dikumpulkan di sekitar kawasan wisata.

Yang mengejutkan, botol-botol itu tidak dikumpulkan untuk dibakar atau dimusnahkan. Namun, ratusan botol bekas yang berhasil dikumpulkan disulap menjadi gapura yang cantik.

Gapura dari botol bekas itu dipasang di pintu masuk dan keluar wisata. "Saya terkejut ketika tiba-tiba instruktur Saka Kalpataru meminta izin untuk memasang gapura di pintu masuk dan keluar wisata. Ternyata gapura itu dibuat dari botol, saya izinkan saja karena sangat bagus dan kreatif," kata pengelola bukit pandang, Krisno, Senin (14/8/2017).

Subekti, instruktur Saka Kalpataru mengatakan, para siswa selama kamping diajarkan untuk peduli pada lingkungan dan keanekaragaman hayati. Karena itu, ketika para siswa melihat sampah botol air mineral berserakan, mereka punya inisiatif untuk memanfaatkannya.

Aksi itu juga menjadi bagian dari anggota Saka Kalpataru untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah bisa dimanfaatkan menjadi barang berharga. Sebab, sampah plastik yang dibakar justru menyebabkan polusi udara yang tidak baik untuk kesehatan manusia dan lingkungan."Botol-botol itu ditumpuk, kemudian diapit menggunakan bambu membentuk gapura. Ide para siswa itu sebetulnya sangat simpel, tapi sangat menarik dan kreatif. Jadi botolnya tidak sia-sia," kata Subekti.Sementara itu, Septi Nursanti, salah satu siswi dari SMKN 1 Pati mengaku senang mengikuti kamping di kawasan bukit pandang dengan pemandangan Pegunungan Kendeng. Hanya, menurut dia, butuh fasilitas toilet lebih banyak dan penerangan yang cukup supaya lebih representatif.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler