Kerap Timbulkan Masalah, Bupati Instruksikan Batas Desa di Pati Diperjelas
Lismanto
Rabu, 6 September 2017 20:30:13
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Batas desa biasanya hanya berupa sungai. Bagi desa yang tidak punya sungai biasanya tidak memiliki batas yang jelas dengan desa lainnya," ujar Haryanto.
Meski terkesan sepele, tapi persoalan tersebut kerap menimbulkan polemik antardesa. Kondisi itu yang melatari Haryanto untuk menginstruksikan kepada pemdes untuk segera membuat batas desa.
Selama ini, data batas desa di Pati masih berasal dari peninggalan pemerintahan Belanda. Karena itu, pembuatan batas wilayah administrasi desa dan kelurahan berdasarkan metode kartometrik dibutuhkan.
"Data itu penting karena bisa digunakan sebagai fakta kepemilikan wilayah desa. Itu bisa jadi bukti otentik manakala ada permasalahan," paparnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



