Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Desa Kedumulyo Arif Setyo Handono menuturkan, sumber mata air Gua Wareh tidak hanya dimanfaatkan penduduk setempat, tetapi juga masyarakat desa lain. Bahkan, beberapa warga Cengkalsewu dan Kasian yang jaraknya cukup jauh juga datang ke sana untuk mencuci pakaian.

"Mata air Gua Wareh tidak pernah kering meski musim kemarau dan kekeringan. Makanya menjadi andalan warga untuk kebutuhan hidup sehari-hari, seperti mandi, air minum, mencuci, hingga pengairan pertanian," ujar Handono kepada MuriaNewsCom, Jumat (15/9/2017).

Sejauh ini, sedikitnya ada 500 kepala keluarga (KK) di Kedumulyo yang memanfaatkan sumber mata air Gua Wareh. Selebihnya, pemanfaatan air digunakan warga dari desa lain.

Sepanjang sejarah, Handono menyebut sumber mata air Gua Wareh tidak pernah habis. Bila terpaksa kekeringan dan habis, hanya berlangsung beberapa menit. Setelah itu, airnya muncul kembali.Ngatminah, salah satu warga setempat mengaku sering mandi dan mencuci air di Gua Wareh. Selain airnya jernih dan alami, airnya selalu melimpah kendati musium kemarau melanda.Hanya saja, aktivitas mandi dan cuci baju kerap dikeluhkan wisatawan dan pencinta alam karena dinilai mencemari lingkungan. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan sumber mata air Gua Wareh yang tak pernah habis.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler