Makam Tokoh di Tanjungsari Pati Ini Sering Didatangi Calon yang Ingin Menang Pemilu
Lismanto
Selasa, 26 September 2017 12:44:16
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Makam yang sudah dipugar dengan bangunan seluas 36 meter persegi itu, merupakan makam Ki Ageng Sentono, seorang ulama besar yang disebut-sebut sebagai keturunan Sunan Muria dan Roroyono.
Tak jauh dari situ, juga ada makam Ki Ageng Kenduruan, yang juga kerap dikunjungi orang jelang pencalonan Pilkada dan Pileg. Hal itu diungkap Kepala Desa Tanjungsari, Rubai.
"Kedua makam itu kalau ada calonan pilkada, legislatif datang ke sini. Ritual dengan pakai doa-doa, serta bermalam di sini," kata Rubai, Selasa (26/9/2017).
Ada perbedaan kultur antara makam Ki Ageng Sentono dan Ki Ageng Kenduruan. Bila haul Ki Ageng Sentono dilakukan pada setiap tanggal 1 Muharram dengan acara pengajian, peringatan Ki Ageng Kenduruan justru dengan pagelaran seni tayub.
Baca : Makam Ki Ageng Sentono di Tanjungsari Pati Bikin Penasaran Peziarah Luar Daerah
Tradisi yang dilakukan penduduk setempat tersebut berlangsung bertahun-tahun dan sudah menjadi budaya. Karena itu, ada yang menyebut Ki Ageng Sentono lebih Islami, sedangkan Ki Ageng Kenduruan lebih pada Kejawen.



