Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Di sudut terminal pinggir jalan, dua orang sedang menyantap kuliner Semur Kutuk di sebuah warung tua berdinding papan dan berlantaikan tanah. Keduanya terlihat lahap menikmati seporsi lontong plus kepala ikan gabus sebesar satu kepalan tangan orang dewasa.

Ikan gabus itu yang disebut ikan kutuk. Ikan tawar yang biasa dijumpai di rawa-rawa dan sungai itu dimasak "semur" dan disajikan secara terpisah dengan lontong.

Ada dua jenis kuah semur yang ditawarkan, yakni rasa pedas dan sedang. Namun, semur kutuk cenderung memiliki cita rasa yang pedas.

Baca Juga: Maknyus!! Kuliner Khas Tambak di Jalan Juwana-Tayu Pati Ini Bikin Nagih

Penikmat kuliner juga bisa memilih nasi atau lontong. Cita rasa semur kutuk semakin lengkap dengan makanan pelengkap yang disuguhkan, seperti bakwan atau pia-pia dan kerupuk.
Penjual semur kutuk, Sri Murni (54) mengatakan, satu porsi semur kutuk dijual dengan harga dari Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu. Mahal tidaknya seporsi semur kutuk ditentukan besar-kecilnya ukuran ikan kutuk.Bahkan, harga ikan gabus di pasaran juga mempengaruhi harga semur kutuk. Bila stok ikan gabus di pasar langka dan mahal, maka harga semur kutuk juga naik."Harganya sesuai dengan harga ikan di pasar, juga besar-kecilnya ukuran ikan. Harga semur kutuk paling mahal biasanya bagian kepala dan ini yang paling digemari penikmat kuliner," kata Murni.Dia menambahkan, pengunjung yang datang bukan hanya dari warga Kecamatan Kayen, tetapi juga warga Pati dan sekitarnya seperti Kudus dan Rembang. Buka dari jam 12.00 hingga pukul 21.00 WIB, puluhan porsi semur kutuk yang disajikan ludes dibeli pengunjung.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler